Kamis, 06 Maret 2014

Review Buku

https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/1623701_10201375754255693_1995552289_n.jpg Judul : Culun Love Story Pemrakarsa : Reni Erina Penerbit : Elex Media Komputindo Tahunterbit : 2014 Tebal : 139 halaman ISBN : 9786020231709 Kalau kita bicara tentang kasih sayang. Artinya sangat luas sekali.. sayang kepada orang tua..? sayang kepada saudara? Sayang kepada teman? Sayang kepada pacar? Atau sayang kepada anakyatim…? Lalu apakah arti dan makna dari Kasih Sayang itu sendiri..?!?!?? Kasih sayang itu merupakan salah satu perasaan emosi, dimana seseorang secara tulus melakukan sesuatu kepada orang lain. Bahkan sebaliknya, akan merasa tersakiti ketika orang tersebut tidak memenuhi apa yang kita harapkan. Tetapi ikhlas dalam menjalaninya, bahagia ataupun sakit hati. Rasa tidak suka, bahagia, kecewa, sedih, marah, benci, jijik, akan datang bergiliran ketika kita mempunyai rasa kasih sayang. Ada orang yang bilang, “makanya..kalo sayang sama orang.. jangan terlalu sayang nanti eloo sakit hati.”.bukankah itu intinya.. ketika kita merasakan sakit hati, berarti kita mempunyai perasaan sayang yang sungguh kepada seseorang. Dalam buku Antalogi Kasih Sayang, Culun Love Story terdapat 12 cerita pendek dari 12 penulis yang memaknai rasa kasih sayang dengan cerita yang berbeda-beda. Kisah dalam buku ini memaknai rasa kasih sayang secara tulus dan keikhlasan. Kebanyakan cerita dalam buku “culun love story”, menceritakan tentang masalah percintaan anak remaja. Suka kepada seseorang, diputusin, berharap balikan, bahkan penerimaan secara tulus padahal telah disakiti. Jadi sebagian besar cerita sudah bisa ditebak bagaimana akhirnya. Ada beberapa cerita dalam buku ini yang mengisahkan ceritanya secara unik dan berbeda. Salah satunya adalah cerita yang berjudul“Biola, Tentang Impian Luth” dari Dia Gaara Andromeda. Dari cerita tersebut, menceritakan cinta yang mendalam seorang adik kepada kakaknya, adanya keikhlasan ketika Luth kehilangan seseorang yang ia sayangi (kakak luth), bahkan perasaan emosi akan arti penerimaan atas kehilangan tersebut. Bahkan kecintaannya terhadap music, luth yang sebagai violinist. Dari biola tersebut luth belajar arti memaafkan secara tulus. Banyak versi kalau kita mendefinisikan permasalahan percintaan remaja dan kasih sayang yang tulus. Dari semua kisah diceritakan tentang kesederhanaan. Kesederhanaan dari karakter-karakter dalam setiap cerita, kesederhanaan dalam permasalahan atau konflik. Tetapi dari kesederhanaanlah kita bisa menilai perasaan yang tulus dapat terlihat. Ada satu cerita lagi yang berbeda. Yaitu cerita dari Nikotopia yang berjudul“Aku, kamu, dan Rencana semesta”. Ketika aku membaca kalimat pertama.. “Aku hanyalah ulat kecil”. Sejenak berfikir, mungkin kalimat itu hanya perumpamaan saja. Tapi ternyata “Aku” itu adalah benar-benar ulat. Seekor binatang yang bisa memahami arti sebuah perasaan. Terlebih perasaan sayang. Persahabatan antara Rima dan si Undut (siulat), memiliki arti sendiri. Ketika si Undut seekor ulat yang menjadi teman baik Rima, selalu mendengarkan curhatan Rima. Secara logikanya, hanya orang setengah stress yang berbicara dengan seekor ulat. Tapi bukankah itu nilai emosinya. Seolah-olah si Undut memahami semua cerita dari Rima, dan memang kenyataan dalam ceritanya seperti itu. Kata “aku” sebagai si Undut, menerjemahkan bahwa “aku” itu adalah kita (Si Undut). Mungkin yang bisa digaris bawahi atau satu nilai lagi, terdapat dalam judul tersebut “Aku, kamu, dan Rencana Semesta” adalah ketika Si Undut atau seekor ulat yang berjalan waktu akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu, terbang, dan pergi meninggalkan Rima untuk mencari tempat dimana yang seharusnya. Dan juga Rima yang cintanya ditolak oleh Hafidz, karena Hafidz sudah mempunyai kekasih. Ya.. memang semuanya sudah dalam rencana semesta.. ulat akan menjadi kupu-kupu indah nantinya.. karena memang sudah begitu jalannya. Ya.. mungkin Rima tidak bisa menjalin hubungan spesial dengan hafidz. Tapi kita tidak tahu kedepannya, mungkin jodoh. Semuanya sudah diatur sama ALLAH mengenai siapan anti jodoh kita. Artinya bersyukur dan menerima ikhlas apa yang kita miliki sekarang. Seperti Rima, dia ikhlas biarpun Hafidz menolak cintanya. Tapi dia bersyukur sudah mengungkapkannya dan mempunyai perasaan yang tulus kepada Hafidz. Cerita-cerita dalam buku Antalogi Kasih sayang, Culun Love Story, adalah cerita yang cukup sederhana. Tapi dari cerita yang sederhanaitu, kita belajar untuk ikhlas, bersyukur, apa adanya, dan arti ketulusan dari“kasihsayang” itu sendiri. GILANG N

Senin, 22 April 2013

HIDUPKU SEKERAS BATU

Aku memejamkan mata. Sudah hampir lima tahun aku tidak mendengarnya lagi. Suara itu. Suara ketukan, bukan pintu. Suara dimana Ibuku mengajarkan pentingnya bersyukur, kerja keras dan pantang menyerah. Aku menikmati setiap suara ketukannya, seperti alat metronom music yang mempunyai ketukan yang seimbang dan berirama. Yang harus kau lakukan hanya mendengar. Dalam pejamanku, aku tersenyum. Teringat ketika aku sekolah dasar selalu diantar oleh Ibuku ke sekolah menggunakan sepeda tuanya melewati jalan dimana aku berdiri saat ini. Aku duduk dibelakang sambil memeluknya dengan erat. ‘pegangan yang erat kita akan meluncur ke bawah, awas ada lubang, angkat kaki kamu nanti basah’. Itu adalah sepatah dua kata atau lebih yang pernah Ibu bilang kepadaku dengan canda tawa diatas sepeda. Saat memeluknya dari belakang, aku merasakan nafasnya naik turun dengan cepat, dan ketika aku turun dari sepeda untuk membantunya mendorong disaat tanjakan, aku memperhatikan nafas yang keluar dari mulutnya. Aku tidak berani untuk menanyakan ‘ ibu, apakah kau lelah?’ aku tidak berani. Entah kenapa, aku hanya merasa takut putus sekolah dan belum bisa membantunya apa-apa. Apakah diumurku saat itu bisa dibilang aku egois. Tidak mudah, ibuku harus menggerakan roda belakangnya hingga 3 kilometer untuk sampai ke sekolahku. Sampai aku tidak dapat membedakan yang mana keringat dan air mata, semuanya tertutup oleh senyumannya yang sederhana. Sepeda itu, sudah menjadi bangkai. Seperti tikus yang terlindas mobil dan pergi. Ayahku membanting dan memutuskan rantainya, sehingga ibu tidak dapat menggerakan roda belakangnya lagi. Laki-laki itu seperti kesetanan, marah karena kelaparan. Hanya beberapa batang singkong rebus yang kita punya. Adik kecilku yang lebih muda 5 tahun dariku menangis, Ibu pun ikut menangis. Cukup. Aku tidak menangis, aku ingin sekali membunuhnya. Tetapi Ibu selalu memelukku dari belakang dan mengusap-usap dadaku. Setelah itu tikus itupun pergi dan tidak pernah kembali lagi, mungkin tikus itu lebih suka keju dibanding sebatang singkong rebus, atau sekarang ini tikus itu sudah menjadi bangkai. Aku harap begitu. Kenapa kau selalu tersenyum Ibu, apa yang kau rasakan sebenarnya. Kenapa Ibu kuat hidup bersama makhluk pengerat itu. Ayahku memang brengsek. Tanpa sepedaku, sekarang aku harus berjalan kaki ke sekolahku. Sendiri. Kali ini aku mengerti dan dapat membedakan yang mana keringat dan air mata yang keluar dari Ibu. Maka dari itu ku biarkan dia dirumah, hanya sesekali ia mengantarku. Inilah awal suara itu muncul, Ibu yang menemukannya, demi Aku dan Adikku. Kembali ke suara itu, setiap ku melangkah, suara itu semakin terdengar jelas. Seperti ada yang membesarkan volumenya. Sebentar lagi. Tidak sampai 3 kilometer, mungkin setengahnya. Tiba-tiba aku melihat gadis berambut panjang hitam pekat dan mempunyai paras yang cantik dengan sepedanya yang berwarna biru langit berhenti didepanku dengan jarak 100 meter. Aku tahu itu dia. Matanya sepertiku. Aku merinding. Sedikitku meneteskan air mata. Dia sudah remaja. Adikku. Terakhir ku melihatnya pada saat umur 13 tahun dan rambutnya masih sebahu, ketika itu aku ingin meninggalkan desa kecil ini. Sekarang. Senyumku. Pelukan adalah salah satu cara untuk melampiaskannya. “apakah ini sepeda kita?.” Tanyaku. Ia bercerita Ibu selalu menabung uang yang aku kirim setiap bulannya. Sekarang kami punya sepeda baru. Masih muda, dan tidak akan lagi menjadi bangkai. Kali ini aku yang akan menggerakan roda belakangnya menuju sumber suara itu berasal. Keringatpun tetes demi tetes berjatuhan. Hanya senyumannya yang sederhana, itu senjatanya, sekarang aku tahu betapa lelahnya ia. Tidak pernah berhenti, tidak akan, sekarang aku tahu apa yang harus kulakukan. Mari kita jemput ibu. Sampai. Sumber suara itu sekarang berada didepanku. Terdengar sangat jelas ketukan itu. Bahkan aku tidak sanggup lagi mendengar suara itu. Aku melihat beberapa orang menggunakan topi yang berbentuk kerucut yang diameternya agak lebar. Aku tahu itu dia. Mataku sama sepertinya. Aku mengusap sesuatu yang jatuh dari mataku. Adikku memanggilnya. Dari beberapa orang tersebut, salah satu dari mereka berdiri dan melepaskan topi kerucutnya. Kali ini sesuatu yang jatuh dari mataku tidak dapat lagi kubendung untuk kuusap. Ia masih tegak berdiri. Rambut putihnya hampir menutupi semua yang hitam. Lekukan keriput diwajahnya semakin bertambah. Sudah kuduga, ia mengluarkan senjatanya, senyuman sederhanya membuat ku jatuh dipelukannya dan sujudku. Aku menangis, adikku menangis, ibuku tidak menangis, ia hanya beberapa kali mengusap sesuatu yang matuh dimatanya. Lucunya beberapa orang yang disekeliling kami ikut menangis. Sudah cukup ibu, tidak perlu kau berkerja untuk mengeluarkan suara itu lagi. Suara dimana kau mengajarkanku arti bersyukur, kerja keras dan pantang menyerah. Suara dimana selama 5 tahun ini aku bertaruh nasib dan mendapatkan pekerjaan impianku. Suara yang dapat membuatku meneruskan pendidikan hingga aku bisa menjadi seorang Sarjana sekarang. Suara dimana saat ini aku harus menjemputmu ibu, menjemput kalian. Ya. Sudah cukup kau harus memecahkan batu itu, batu itu terlalu keras untuk kau pecahkan, kau sudah tua. Tapi semangatmu mengalahkan itu semua, batu itupun pecah. Semenjak ayahku, maksudku tikus itu meninggalkan kami. Ibu berkerja menjadi pemecah batu. Tidak setimpal uang yang ia dapat. Lihat tanganmu, banyak goresan luka akibat kau terlalu keras memukulnya menggunakan martil. Batu yang dipukul menimbulkan bunyi yang nyaring. Aku tidak sanggup untuk mendengar gesekan antara martil dan batu kali itu. Itu yang membuatku terpukul. Tapi, Rasa syukur membuatnya damai. Ibuku bilang ‘sekeras apapun batu itu, kalau kamu sungguh-sungguh, maka batu itu akan pecah juga, seperti hidup kalau kau sungguh-sungguh kau akan berhasil’. Kau sudah berhasil memecahkannya. Aku juga sudah berhasil memecahkan beberapa batu. Sekarang aku berani bertanya. “ibu apakah kau lelah?” . sekarang kau tidak perlu menimbulkan suara itu lagi. Giliranku. “Selesai”

Senin, 08 April 2013

BLACK WATER

Cerita dan Skenario : Gilang Nugroho Sinopsis Ben Carter bersama pacarnya Julie, pergi ke danau Vilbert pada malam hari untuk menghabiskan malam mingunya. Pikir Ben, dengan suasana yang mendukung, mungkin ini tempat yang bagus untuk berhubungan intim bersama Julie. Sesampainya disana, belum saja melakukan hubungan intim, Ben mendengar suara jeritan dari dalam danau. Penasaran akan hal itu, Ben pun melihat disekitar danau. Dia melihat ada yang aneh dari danau itu, begitu gelap. Disaat Ben ingin mencelupkan tangannya ke danau, tiba-tiba muncul sesosok bayangan dari dalam air. Ben pun terjatuh kedalam danau. Julie langsung menghampiri Ben untuk menolongnnya, tapi Ben sudah hilang didalam danau. Di tepi danau Julie terus mencari Ben dan meminta tolong. Dan Ben pun muncul dari air dengan seluruh tubuhnya berwarna hitam, dengan spontan Julie langsung teriak dan pingsan. Keesokan sorenya Ben kembali ke Danau kecil itu bersama Julie. Julie melihat betapa ramainya danau ini dengan orang-orang yang sedang beraktifitas. Dikarenakan danau yang kecil dan terdapat taman disekelilingnya. Dan danau itu terlihat indah sekali. Ben yang kritis masih heran dengan air danau yang hitam saat kemarin malam, berbeda dengan Julie yang kejadian kemarin merupakan lelucon dan menikmati suasana danau yang indah. Ben berdiri ditepi danau dan terdapat orang asing yang mengalami dan mengetahui hal yang serupa dengan Ben. Pria misterius itu pun menjelaskan asal usul danau ini dan apa saja yang sudah terjadi yang menyebabkan air danau ini berwarna hitam. Sampai akhirnya pun Ben mengetahui apa yang terjadi dibalik misteri danau Vilbert. Karakter Tokoh BEN CARTER BEN adalah seorang yang kritis dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Apapun itu dia harus menemukan solusinya dibalik misteri yang ia akan ungkap. JULIE JULLIE adalah seorang gadis manja tapi dia mempunyai rasa yang sedikit pemberani. Jullie juga merupakan kekasihnya BEN. JIMMI JIMMI adalah seorang yang misterius dengan gayanya yang cool dan pendiam, itu membuat Jimmi menjadi misterius. Skenario 1. INT. MOBIL – MALAM Cast: Ben Carter dan Julie BEN sedang mencium JULIE dengan penuh gairah yang berada disampingnya. Tangan yang meraba-raba bagian dada JULIE dilengkapi Ciuman yang menempel dibibir dan lehernya. CU: Tangan BEN yang mengepal di tangan JULIE. Tangan BEN yang meraba-raba dan Ciuman BEN dan JULIE. MCU: BEN CARTER dan JULIE dari luar kaca jendela depan mobil. BEN CARTER: I Love You Julie.. Ciuman kamu luar biasa (tersenyum). JULIE: I Love You to Ben.. (mendesah) kamu juga luar biasa. Bagaimana kalau kita keluar sambil mencari udara segar. BEN CARTER Baiklah.. kemanapun kamu pergi aku akan selalu disampingmu (sambil tertawa kecil berama Julie). BEN dan JULIE keluar dari mobil. CUT TO 2. EXT. TAMAN, KURSI PANJANG – MALAM Cast: Ben Carter dan Julie BEN dan JULIE melanjutkan hubungan sexnya diatas kursi panjang di dekat danau vilbert. MCU: BEN dan JULIE yang sedang berciuman diatas kursi CU: tangan Ben yang meraba masuk kedalam Rok Julie CU: wajah Julie yang sedang menikmatinya. Tiba-tiba BEN mendengar ada suara dari arah danau. BEN CARTER: Julie apa kau mendengarnya?... JULIE: Mendengar apa sayang.. (tersenyum dan mencium Ben) BEN CARTER: Aku mendengar ada yang meminta tolong.. aku harus memeriksanya.. JULIE: Ben… (menghela nafas) BEN pun menuju danau itu. CUT TO 3. EXT. TEPI DANAU – MALAM Cast: Ben Carter dan Julie BEN sedang mengecek berdiri di tepi danau. BEN jongkok dan mencelupkan tangannya kedalam air. JULIE: Ben sudahlah tidak ada apa-apa disini, Cuma kita berdua.. BEN CARTER: Aku tidak tahu sayang, aku hanya mendengar ada suara yang meminta tolong. Apa kau tidak mendengarnya sayang? (Julie mengelengkan kepala) JULIE: Ayolah sayang ini waktu untuk kita.. (Julie mulai mengeluh). Hmm.. baiklah mungkin lebih baik kita kembali ke mobil. Aku tunggu kau dsana. BEN CARTER: Yaa.. mungkin kau benar.. mungkin aku salah dengar.. CU: Wajah Parker Sebelum BEN pergi, air danau itu mengeluarkan gelembung CU: gelembung air BEN CARTER: apa itu… BEN melihat apa yang terjadi gelembung yang berada di air. Dan untuk beberapa menit. Gelembung itu menghilang. BEN mendengar JULIE sudah mengklaksokan mobil memanggilku. CU: Wajah Parker BEN berpikir mungkin itu hanya gelembung biasa. Dan tiba-tiba muncul bayangan putih dari dalam air danau, dan mengejutkan BEN. BEN pun langsung tercebur kedanau. JULIE yang berada di mobil langsung berlari untuk menolng BEN. JULIE: Ben dimana kau? (dengan panic mencari Ben yang tercebur kedalam air) Hampir 5 menit BEN tak muncul. JULIE pun sudah menangis. Tiba-tiba BEN pun muncul dari air dengan wajah dan seluruh badannya berwarna hitam, seperti oil menempel di seluruh badannya. JULIE pun kaget, tapi JULIE langsung safar bahwa itu adalah BEN dan langsung menolongnnya. Dengan menangis JULIE pun memeluk BEN. CUT TO 4. INT. MOBIL – MALAM Cast: Ben Carter dan Julie BEN sedang membersihkan wajahnya dengan handuk. CU: wajah BEN yang sedang handukan BEN CARTER: Ada yang menarikku.. itu seperti tangan manusia.. dan mengapa air ini berubah warna menjadi hitam.. JULIE: Aku tak peduli apapun itu.. aku hanya peduli kamu.. aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu.. BEN memegang tangan JULIE untuk menenangkannya dan memberitahukan bahwa ia baik-baik saja. CU: tangan BEN yang memegang tangan JULIE JULIE: Lebih baik kita pergi dari sini ESTABLISH: mobil BEN CARTER meninggalkan Danau Vilbert. CUT TO 5. INT. MOBIL – SORE Cast: Ben Carter BEN tak sengaja berhenti di depan Danau Vilbert setelah ia melihat suasana sekitar danau yang ramai sekali dengan berbagai aktivitas orang disini. BEN heran dengan apa yang terjadi kemarin malam yang menimpanya. MCU: Ben Carter CU: Wajah Ben yang penasaran. BEN pun akhir keluar mobil untuk melihat disekitar danau. 6. EXT. TAMAN DEKAT DANAU – SORE Cast: Ben Carter BEN berjalan di taman memperhatikan disekitar taman dan danau. BEN sangat terkejut ketika melihat danau itu yang berwarna biru akibat pembiasan dari matahari. BEN CARTER: Apa air yang berwarna hitam kemarin malam akibat pembiasan bulan dan malam hari. Aku rasa warna hitam itu menempel dikulitku. BEN pun semakin penasaran dan menghampiri tepi danau dimana kemarin ia tercebur. CUT TO 7. EXT. TEPI DANAU – SORE Cast: Ben Carter dan Orang Misterius BEN sedang memperhatikan air yang berada di danau dan mengambil air tersebut. Terlihat benar-benar jernih air tersebut. CU: air yang diambil Ben Tiba-tiba datang orang misterius dengan penampilan rapih kemeja hitam dan blu jeans ORANG MISTERIUS: Ada yang aneh dengan air itu..?? BEN CARTER: Hmm.. tidak, aku hanya ingin cuci tangan.. ORANG MISTERIUS: Memang air terlihat aneh ketika berubah warna BEN kaget ketika orang itu berkata tentang perubahan warna air CU: wajah BEN yang terkejut BEN CARTER: Kau mengetahuinya juga..?? ORANG MISTERIUS: Mungkin danau ini marah.. BEN CARTER: Apa maksudmu? ORANG MISTERIUS: Danau ini marah ketika tempat yang salah digunakan… kau tahu maksudku kan.. danau ini sangat faforit sekali bagi masyarakat untuk beraktifitas dan bersantai.. tapi pada malam hari.. danau ini bagaikan tempat porstitusi.. hmm.. banyak pasangan yang berhubungan sex disini.. Sehingga siapa yang melakukannya, akan dibunuh dan mayatnya dibuang kedalam danau itu. BEN CARTER: Dibunuh..?? siapa yang membunuhnya?? Jangan bercanda kau.. ORANG MISTERIUS: Pemilik danau ini yang membunuhnya.. TOM VILBERT, mungkin arwahnya gentayangan… tapi itu hanya cerita dan mitos belaka… hahahahahahahaaaa BEN CARTER: Yah tuhan.. kau membuatku ketakutan.. aku piker sungguhan.. hahahaha aku terlalu menanggapinya dengan serius… hahahaaa.. baiklah siapa nama mu? ORANG MISTERIUS: Jimmi namaku Jimmi… BEN CARTER: Baik Jimmy terimakasih untuk ceritanya.. tapi aku harus pergi.. BEN pun pergi meninggalkan JIMMI. JIMMI pun hanya tersenyum sinis. CUT TO 8. INT. MOBIL BEN CARTER – MALAM Cast: Ben Carter dan Julie BEN dan JULIE kembali ke danau Vilbert. BEN yang niatnya datang sendiri akhirnya JULIE juga ikut. JULIE: Ini hari apa ben? BEN PARKER: Hari sabtu sayang kenapa? JULIE: Malam minggukan, bagus kalau begitu kita pergi dari sini dan kita nonton bioskop sayang. Aku pengen nonton film 5cm.. BEN PARKER: Baiklah sayang.. tapi setelah aku memeriksa air danau itu sebentar.. JULIE terlihat kecewa. Dan dari kejauhan terdengar suara teriakan dari arah danau. BEN PARKER: Kau tetap disini jangan kemana-mana… aku serius BEN langsung keluar mobil dan menuju danau itu. CUT TO 9. EXT. TEPI DANAU – MALAM Cast: Ben Carter, Jimmi dan Julie BEN berlari tergesa-gesa menuju tepi danau. BEN kaget ternyata disana ada Jimmi. BEN CARTER: Sedang apa kau disini Jim? (dengan terengah-engah) JIMMI: Kau tahu kenapa air ini berwarna hitam….. ini dikarenakan sudah banyak mayat yang berada dibawah sana.. mayat yang kotor dengan dosa-dosa yang mereka lakukan disini. sehingga warna air ini menjadi hitam, warna hitam yang penuh maksiat. BEN CARTER: Apa maksud mu Jim, bikankah kau bilang ini hanya mitos belaka… tidak mungkin Tom Vilbert yang sudah mati dapat membunuh orang yang masih hidup.. JIMMI: Kalau ini hanya mitos belaka buat apa kau datang kesini.. hehe tentunya kau orang yang percaya akan mitos-mitos.. hahahaaa Tiba-tiba JULIE datang. Dan membawa donpet ditangannya. BEN CARTER: Kenapa kau kemari Julie, bukankah sudah kubilang untuk tetap di mobil. JULLIE: Aku takut sendirian.. kau terlalu lama... JULLIE melihat kea rah JIMMI. JULLIE: Hei kau aku rasa dompet ini milikmu.. aku menemukannya dekat pohon ketika aku mau kesini.. Vilbert namamu Vilbertkan fotomu di KTP sama dengan wajahmu.. BEN CARTER: VILBERT…. (Ben kaget) kau….. JIMMI: Ya… aku anak dari TOM VILBERT namaku JIMMI VILBERT.. aku hanya menjalankan amanat dari ayahku untuk menjadikan danau ini indah dan bersih…. Hahahahahahahah BEN CARTER: JULLIIEEE LARIII…. JIMMI: KAU INGIN BERGABUNG DI DANAU INI CARTER…. HAHAHAHAHAHaa END CUT TO

LOVE, ICE CREAM AND YOU

Makan Ice Cream itu sama seperti jatuh cinta.. Kalo ice cream.. sekali digigit, dinginnya itu menyatu dengan manisnya coklat rasa kesukaanku dan meleleh ke seluruh celah mulutku, sampai masuk ketenggorokan. Itu rasanya ENAAKK BANGEEETT….. Sedangkan jatuh cinta, sekali ngerasain , rasanya itu campur aduk, degdegan, bahagia, dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Semuanya menjadi satu. Dan pengen teriak sekenceng-kencengnya .. dari gedung lantai paling atas.. rasanya SENEENGG BANGEET.. Seperti sekarang ini .. untuk menghilangkan bĂȘte menunggu teman-temanku yang tak kunjung datang, aku sedang memakan Ice Cream cone coklat kesukaanku duduk di kursi halaman kampus.. ada pepatah mengatakan, coklat itu bisa menghilangkan badmood, aku rasa itu ada benarnya.. yah.. paling tidak masih ada satu gigitan lagi.. “ok.. ini gigitan terakhir.. kalau mereka ngak datang juga, habis kesabaran gue..”, sambil memandang ice cream cone yang tinggal ujungnya saja dengan coklat yang sedikit menetes. Sambil menghela nafas, tanganku berusaha memasukan ice cream ke dalam mulutku yang sudah terbuka lebar. Tapi ternyataaa… - secara diam-diam Sella datang dari belakang mengejutkanku, dia langsung merebut ice cream yang dikit lagi masuk ke mulutku yang sudah menganga, dan dia langsung memakannya. Itu rasanya seperti nonton film DVD disaat puncaknya yang sebentar lagi selesai, tiba-tiba mati lampu. Itu bener-bener ngeseliiin bangeeettt.. ngak tau endingnya seperti apa.. hmmff… Dengan spontan aku langsung teriak, “SEELLLAAAAAAAA… lu tuh gangguin kenikmatan gue aja”. Aku hanya pasrah melihat sella tertawaaaa.. “iya Gilang sorry.. sorry..” katanya duduk disampingku dengan diselingi desak desik ketawa. Aku hanya menunjukan bibirku yang terlipat ke dalam dengan alis mata yang sedikit menurun. “iya.. maaf, ntar gue ganti es krimnya.. janji!!” kata Sella sambil mennjukan tangan kanannya yang mengepal dan mengacungkan kedua jarinya yaitu jari tengah dan telunjuk. Seperti biasa, aku termakan dengan senyuman rayunya. “inget lu punya utang 1 es krim ke gue.” Tegasku. Aku berfikir ya sudahlah, toh es krimnya sudah dimakannya, mana mungkin aku meyuruh mengeluarkannya lagi dari mulutnya. Sambil mengecup telunjuknya bekas sisa-sisa ice cream rampasan dariku, sella menanyakan kedatangan si Baldi yang belum datang. “dia telat, bannya bocor, tadi dia sms gue”, jelasku. “terus lu sendiri kenapa?? Kok telat??”, aku bertanya sambil mengerutkan alisku, seperti detective yang miskin akan jawaban. “hmm… tadi gue bĂȘte sama nyokap,, tau ngak.. masa gue mau dijodohin sama anaknya temen nyokap.. ich.. males bangettt…!!!!!!”. “Dijodohin…!!!!!”. Aku menutup mulutku menahan ketawa, sepertinya ingin meledakk, ada C4 yang menempel di sela-sela pipiku. “bhahahahahahaha… hahahahahahaaaa.. wkwkwkwkwkwkwkwwwkk..”. Bahak ketawaku yang tak tertahan lagi. Sella hanya pasrah melihatku tertawa. “gantian nih sekarang, puas banget ketawanya”. Aku tersenyum dalam hati. Wajar saja gadis berjilbab ini yang kainnya terkuncir ke samping kanan akan dijodohkan, orangtuanya terutama ayahnya sayang sekali kepada sella, tentunya ingin mencarikan jodoh yang tepat untuk anaknya. Ku akui Sella mempunyai wajah yang manis, yang asumsinya lebih baik daripada cantik. Dilengkapi pakaian hitam dengan cardigan coklat, dan jeans, sella terlihat modis, manis seperti Ice Cream yang ia rampas. “yaudah, mending kita langsung ke kelas aja, udah jam segini, nanti pulangnya aja kita kumpul.” Sahut Sella. Ya, arah yang berbeda yang memisahkan aku dan Sella. Aku sedang menunggu lift. Kelasku ada di lantai 7. Sebelum membuka bungkus Ice Cream Cone yang baru kubeli lagi, bungkusnya yang memutar kerucut, aku mencium bau coklatnya yang terasa dingin masuk ke lubang hidungku, entah kenapa tapi aku suka melakukannya. aku memasuki Lift yang pintunya sudah terbuka. Aku mendengar ada yang bilang ‘tunggu’ dari kejauhan. Dengan spontan aku kembali menekan tombol dengan 2 tanda segitiga pyramid yang ujung atasnya mengerah ke kiri dan kanan. Dengan mata yang hampir tidak bisa berkedip, orang itu adalah Princess, dan dia adalah Wanita yang ku taksir selama ini, dan dia satu lift dengan Ku. “makasih ya..”. kata Princess dengan sendu. Dari matanya di terlihat habis nangis dengan suara yang serak, itu tambah meyakinkanku dia sedang ada masalah dengan pacarnya, mungkin. Aku hanya tersenyum melebarkan mulutku menarik sendi-sendi pipiku. Pintu liftpun tertutup, apa yang harusss aku lakukan. Tapi jujur, suara bazooka tak terdengar lagi dijantungku, hanya suara iringan snar drum untuk parade. Mungkin karena aroma Cream yang tadi aku hirup penyebabnya. Oke sekarang aku hanya berdua dengan princes didalam lift. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan perasaan yang sedikit gugup aku tersenyum tertawa kecil ketika memandangnya. Aku tidak tahu apa yang ia rasakan, tapi ia melakukan hal yang sama. Ketawa kecil kami mungkin merupakan langkah awal untuk aku menyapanya. “hmm.. kamu percaya ngak, ice Cream itu bisa mengobati orang yang sedang patah hati.” “kamu pikir aku sedang patah hati.” Sahut Princes, aku hanya menaikan kedua pundakku. Tiba-tiba hp Princes berdering. Aku yakin itu dari pacarnya, terdengar dari percakapannya aku hanya mengutip kata-kata Princess: “jangan pernah hubungin aku lagi, kita putus.” Dan ia langsung menutup teleponnya. Dia hanya tersenyum malu melihatku. “hmm.. Ice Cream selain obat patah hati, tapi juga bisa menemukan cinta sejati.” “massa??.”tanyanya. Aku langsung menyodorkan Ice Cream yang sudah sedikit terbuka bagian atasnya, tapi ku berusaha menempelkannya kembali, untungnya masih menempel. “buat aku?.” “buat kamu.” Senyumku. Princes membuka bungkus Ice Cream ujungnya yang sebenernya tadi sudah ku buka. Aku melihat dia menikmati dengan perlahan sedikit demi sedikit yang lama-lama rasa dinginnya mencapur dengan coklat dimulutnya. Hpnya kembali berdering, sepertinya dari pacarnya tapi dengan sigap ia langsung mematikannya. “gangguin aja. Kata Princes. Dia malu melihatku. “laper?.” Kataku. “hmm.. enak si.. hehee.” Senyumnya sambil mengelap Ice Cream yang menempel dibibirnya. “oh iya ntar gue ganti ya..” sahutnya. “hmm.. gimana kalo digantinya pake no pin bb kamu aja hehe.” Kataku sambil malu-malu. Princess tersenyum. Lalu ia menyebutkan no Pinnya kepadaku yang membuat aku tergesa-gesa mengeluarkan hpku untuk mencatatnya. Dan belum selesai princes meyebutkannya dia memberi tahuku bahwa kita sudah dilantai 7 dimana aku harus turun. Tapi dengan cepat aku menutupnya kembali menghiraukan suara ‘tunggu’ dari luar. “nanti aku bisa turun lagi kok.” Senyumku. Sampai akhirnya aku berhasil mendapatkan Pinnya dan samapi ditujuan akhirnya di lantai 8. Ketika ia keluar aku menanyakan bahwa kita belum kenalan, tapi Princes langsung mengenali namaku, itu membuatku SENANGGG BANGEET, aku loncat menari kegirangan sampai tidak sadar disebelahku ada dosenku Bu. Ilona, dengan umurnya yang sudah setengah abad dia hanya menggelengkan kepala. Tatapan yang kosong membuat pikiran ku menjadi ambigu. Tak perduli, aku hanya menikmati kesenanganku. Kesenangan yang ku harapkan dan manis seperti Ice Cream. Sepulang Kuliah, Aku bercerita kepada temanku seperti Dosen memberitahukan bahwa besok akan ada Ujian dadakan. Bercerita yang ingin kuceritakan. Cerita tentang Aladin dan Putri Jasmine. Dan aku sudah menemukan Putrinya, Princes. Teman-temanku menjadi pendengar yang baik, dari raut wajah Baldi, dia tidak percaya dan beberapa kali menepuk pundakku seperti aku kehilangan kesadaran. Aku tidak melihat raut wajah yang special dari Sella. Dia hanya menjadi pendengarku yang baik, hanya senyum yang ia berikan kepadaku. Selalu seperti itu. Setiap raut wajahnya memberikan arti yang berbeda, tubuhnya, matanya, alisnya yang bergerak naik turun. Meja kantin ini menjadi tempat aku berpidato, tak menghiraukan riuh rendah dan bising suara-suara yang berterbangan ditelingaku. “Mungkin ini karena harum Ice Cream yang ku hirup.” Kataku, penyebab semua hal gila ini bisa terjadi, perkenalanku dengan Princes. Handphoneku berdering disaat hujan turun. Sella kembali mengingatkanku akan hutangnya dan sudah menentukan hari dimana ia akan melunaskan segala kesalahanya kepadaku. Dengan canda ditemani guling dimana aku beristirahat sekadar melampiaskan letihku. Aku berbohong ketika aku bilang kepada Sella sudah tidak kuat dan ingin cepat bermimpi, malam memang sudah larut. Aku sesungguhnya menunggu panggilan dari Princes akan urusanku dengannya. Kenyamanan akan suaranya terdengar seperti aku dibisikan sesuatu yang menjanjikan. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta, merasa sangat senang mendengarnya. Entah apa yang kupikirkan, tapi aku ingin dia menjadi milikku, Princes. Perjanjian yang pada akhirnya mengakhiri percakapan ini, aku tahu aku menjanjikan pada hari yang sama dengan Sella, tak tahu kenapa aku langsung bilang “ya” apapun yang dikatakan Princes. Siang menunjukan sisi gelapnya. Tidak berasa sudah malam. Segala canda tawa sudah kulampiaskan bersama Princes. Ini hari yang sudah ku tandatangani pada saat minggu lalu. Malam melengkapi Romantis bersama Ice Cream yang sedang kita makan. “kamu masih ingat, bahwa Ice Cream itu dapat kembali menemukan Cinta.” Kataku dengan ragu. Mungkin ini saatnya ingin kuungkapkan bahwa aku suka dia. “aku masih ingat, aku percaya dan…. Kamu benar Ice Cream itu dapat kembali menemukan Rasa cinta”. “hmm.. sekarang dimana Cinta Mu itu?.” Tanyaku malu-malu. “cintaku.. ada untuk seseorang,yang benar-benar peduli, dan mengerti apa yang aku rasakan, dia sekarang dekat dariku.” Aku semakin yakin apa yang ingin ku lakukan setelah mendengar ucap Princes. Suara ku sudah bulat, seperti senapan yang siap ditarik pelatuknya. “Princes aku su… su………….” Tiba-tiba handphone Princes berdering, Princess melambaikan tangannya kepada seseorang. Seseorang itu adalah orang yang tidak ingin aku ketahui, setelah Princes mengenalkannya kepadaku. Pacarnya. “Gilang.. terima kasih ya..kamu benar, Ice Cream itu bisa membuat Kembali merasakan manisnya cinta, dengan Ice Cream aku bisa menemukan kembali Cintaku kepada Billy.” “oh.. iya tadi kamu mau ngomong apa, su… su….??.”] “oh.. maksudnya.. su.. sudah aku bilang,kamu pasti akan menemukan cintamu kembali. Aku melihat Billy memberikan Princes Ice Cream dan mengucapkan terimakasih kepadaku. Dan mereka berdua pergi. Kali ini aku benar-benar jatuh dari gedung yang tinggi, dan hancur lebur. Itulah apa yang kurasakan. Cinta emang tak terduga, datang dan pergi, bahkan kita tidak tahu endingnya seperti apa. Kita hanya penikmat yang hanya bisa merasakan itu semua. Aku melihat jam, aku melupakan janji ku dengan Sella. Sesampainya disana, aku tidak melihat Sella, aku berjalan lemas menelusuri meja-meja seperti pagar menuntun ku ke meja terakhir. Disana terdapat Ice Cream yang sudah mencair, dia sudah pergi. Tidak ada jawaban ketika aku terus mencoba menghubunginya. Rintik hujan menyirami penyesalanku. Hari demi hari aku tidak mendapat kabar burung pun dari sella. Munkin dia membenciku. Munkin ini akhir dari sebuah Film Thrilogy yang menyedihkan. Ingin sekali langsung kumatikan televisinya. Adakah Film Mr. Bean. *** Aku menemani Ibuku ke suatu tempat untuk bertemu temannya. Aku pergi sebentar untuk beli Ice Cream sambil menunggu teman ibuku datang. Ice cream cone coklat kembali pilihanku. Setelah membeli ice cream aku melihat ternyata yang ditunggu-tunggu sudah datang. Aku diperkenalkan dengan teman ibuku, dan ternyata dia bersama Sella. Aku kaget ketika Sella menghampiri Meja kami. Seperti orang yang baru berkenalan ketika masa orientasi, aku merasa canggung. Ternyata aku yang dijodohkan dengan Sella. Aku memberikan Ice Cream ke kepada Sella. “sekarang aku yang berhutang Ice Cream,ini untuk Ice Cream yang telah cair, dan permintaan maafku.” Sambil menyodorkan tanganku kepada sella. Sella tidak menerimanya. “aku salah, ternyata cinta itu tidak semanis ice cream.” “kamu lupa akan satu hal, ice cream juga dapat membuat gigi kita sakit, seperti cinta, terkadang kita akan merasakan sakit hati.” Sella berkata kepadaku. “separah apapun sakit gigi kita karena ice cream, tetap ice cream itu manis, seperti cinta itu manis, ketika kita menikmatinya bersama, semuanya terasa manis.” Itulah LOVE, ICE CREAM AND YOU.

Rabu, 05 Desember 2012

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI

Siang itu kami bertiga, Rio, Faris dan saya sendiri Gilang, memustuskan untuk mengunjungi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang berada di Jl. Imam Bonjol No. 1 Jakarta Pusat. Ketika kami sampai di depan museum,kami melihat bahwa gedung ini adalah peninggalan jaman kolonial Belanda, terang saja, dari buku yang kami baca, gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini didirikan sekitar tahun 1920 dengan arsitektur Eropa (Art Deco)
.
Kami memasuki gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi, kami melihat terdapat meja panjang dan beberapa kursi seperti diruang tamu. Disetiap sisinya terdapat beberapa ruangan, kami bingung untuk memulainya dari mana. Tidak lama kemudian datang seorang Ibu menghampiri kami, dia bernama Ibu Sri, selaku Humas digedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Dengan senang hati Bu Sri mengajak kami berkeliling gedung sambil bercerita apa saja yang terjadi digedung ini.
Ibu Sri bercerita pada masa pendudukan jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, kepala kantor Penghubung antara Angkatan laut dengan Angkatan Darat Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, gedung ini tetap menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda sampai sekutu mendarat di Indonesia, September 1945. Setelah kekalahan Jepang gedung ini menjadi Markas tentara Inggris.
RUANG PERTAMA Ibu Sri mengajak kami keruangan pertama,yaitu Ruang Pra Perumusan Naskah Proklamasi. Ibu Sri bercerita, bahwa diruang ini Ruang ini merupakan tempat peristiwa bersejarah yang pertama dalam persiapan Perumusan Naskah Proklamasi. Ruangan tersebut adalah ruang tamu yang juga digunakan sebagai kantor oleh Maeda.
Sepulang dari Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945, pukul 22.00 WIB, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta. dan Mr. Ahmad Soebardjo diterima oleh Maeda di ruang ini. Pertemuan ini dihadiri oleh Nishijima (Asisten Maeda) dan Mijoshi (seorang diplomat karir kementerian Jepang). Setelah pembicaraan antara Tokoh Nasional dengan Maeda selesai, rombongan yang terdiri dari Soekarno, Hatta, Ahmad Soebardjo, Mijoshi dan Maeda berangkat menemui Gunseikan. Akan tetapi, rombongan hanya bertemu dengan Jenderal Nishimura. Dalam pertemuan itu sangat mengecewakan tokoh nasional karena Nishimura menyatakan bahwa telah terjadi perubahan keadaan, yaitu "kalau tadi pagi masih dapat dilangsungkan Proklamasi Indonesia, mulai pukul satu tadi siang sejak kami tentara Jepang di Jawa menerima perintah atasan, kami tidak lagi merubah status quo." Dengan demikian, saat ini tentara Jepang semata-mata hanya alat Sekutu dan harus menurut segala perintah Sekutu. RUANG KEDUA Ruang ini adalah ruang makan dan tempat mengadakan rapat. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB. Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo memasuki ruangan ini dan mengitari meja bundar, sedangkan Soediro (mbah), dan B.M. Diah mengikuti dan duduk di ruang agak belakang.
Soekarno mulai mempersiapkan penanya dan menulis draft naskah Proklamasi, sedangkan Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan. Rumusan teks proklamasi ini ditulis dalam kertas bergaris biru. Setelah teks diberi judul "Proklamasi" dialog pertama, yang dihasilkan dari kesepakatan bertiga tokoh nasional itu adalah. "Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia". Kemudian kalimat kedua ditambah oleh Hatta berupa pernyataan mengenai pengalihan kekuasaan. Dengan demikian teks proklamasi menjadi sebagai berikut: Proklamasi Kami Bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnya. Djakarta, 17-8-05 Wakil-wakil Bangsa Indonesia Ibu Sri Bilang sebelum konsep Naskah Proklamasi tersebut selesai, banyak sekali perbedaan pendapat dalam perumusan Naskah tersebut. Dengan beberapa coretan sebagai tanda pertukaran pendapat dalam merumuskannya.
RUANG KETIGA Diruangan inilah yang pertama kali kami melihatnya ketika masuk di gedung ini. Diruangan ini Bu Sri bercerita Konsep Naskah Proklamasi diutarakan kepada hadirin di serambi muka (ruang pengesahan/ penandatanganan naskah proklamasi). Soekarno mulai membacakan rumusan pernyataan kemerdekaan yang telah dibuat itu secara perlahan-lahan dan berulang-ulang. Setelah itu beliau bertanya kepada hadirin, setuju. Kemudian diulang lagi pertanyaan oleh Soekarno, Benar-benar semua saudara setuju? Jawabannya adalah sama yaitu, "setuju".
Ketika sampai saat untuk menandatangani timbul pertentangan pendapat dan suara gaduh. Menurut Teukoe Moehammad Hassan, ada tiga usulan yang diajukan dalam menandatangani naskah proklamasi: 1. Menandatangani semua 2. Membagi kelompok yang hadir dan tiap kelompok satu orang menandatangani 3. Hanya ketua dan wakil ketua saja yang menandatangani RUANG KEEMPAT Setelah mendapat persetujuan dari hadirin, Soekarno meminta agar Sayuti Melik mengetik Naskah Proklamasi. Sayuti Melik mengetik Naskah Proklamasi di ruang bawah tangga dekat dapur dengan ditemani oleh B.M. Diah.
Setelah Naskah Proklamasi selesai diketik segera dibawa kembali ke tempat hadirin (ruang pengesahan/ penandatanganan naskah proklamasi) yang digunakan Maeda sebagai ruang rapat dan ruang tamu yang berjumlah besar. Di ruang ini Naskah Proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta di atas sebuah piano yang terletak di bawah tangga atas nama Bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang waktu subuh, hari Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 pada bulan Ramadhan.
PEMUDA Setelah Bu Sri menjelaskan ruang-ruang penting dan bersejarah kami mampir keruang belakang, yang dulunya kata Bu Sri adalah dapur, tepatnya disamping ruangan Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi. Ibu Sri bercerita minimnya anak muda Indonesia yang ingin tahu tentang sejarah, dengan minimnya pengunjung yang datang ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Bu Sri Mengharapkan adanya kesadaran Pemuda-pemudi Indonesia akan hal dalam bersejarah. Ibu Sri menambahkan kebanyakan Pemuda dan Pemudi sekarang lebih suka pergi ke Mall daripada Ke Museum atau tempat-tempat bersejarah. Mudah-mudahan dengan niat baik kami untuk mensosialisasikan mengenai Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini dapat memberikan efek positif untuk pemuda-pemudi agar mau berkunjung ke museum atau ketempat-tempat bersejarah seperti Museum Perumusan naskah Proklamasi ini. Setelah itu kami berkeliling untuk sekedar foto-foto, sangat disayangkan kami tidak dapat menaiki lantai 2, dikarenakan adanya renovasi gedung. disaat kami sedang mendokumentasikan, ada petugas dari kepolisian menghampiri kami, polisi itu juga merupakan pengunjung sambil berjaga-jaga mengamankan di Museum ini dikarenakan akan adanya Demo di Jakarta. Polisi itu bilang bahwa di halaman belakang terdapat bangker. kami dengan penasaran langsung menuju halaman belakang dan melihat bangker tersebut.
Bangker itu terdapat dipinggir lapangan. kami meuruni tangga yang sudah disediakan, kurang lebih dengan kedalaman 1,5 meter. ketika kami sudah sampai didalam, bangker ini memiliki panjang kurang lebih 5 meter, dengan diujungnya terdapat lubang yang setelah kami chek seperti tempat perapian. tapi setelah kami menanyakan kembali kepada Bu Sri, dia bilang bahwa benar itu adalah tempat persembunyian, dan banyak pihak-pihak yang bilang nahwa bangker itu tembus Sampai taman Senopati, tapi Bu Sri dari pihak museum tidak dapat memastikan hal tersebut, karena bukan tanggung jawab Pihak Museum.
Ini pengalaman kami ketika berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Banyak Ilmu yang kami dapat, so.. buat kalian semua jangan ragu-ragu untuk berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Tunggu kisah-kisah berikutnya dari tempat atau peninggalan bersejarah yang akan kami kupas tuntas. Demikian dari Tim Heritages Hunter (Gilang, Rio, Fariz). Cinta Indonesia, Cinta Sejarahnya.

Kamis, 25 Oktober 2012

Prince Close Up

Disuatu pedesaan, perwakilan kerajaan mengumumkan bahwa Raja membutuhkan seorang pangeran untuk Putrinya dan memimpin kerajaan di masa depan. Audisipun dilakukan di Istana kerajaan. Dengan tersenyum, Seorang Pria Misterius sangat tertarik untuk mengikuti audisi tersebut. Di Istana, audisi mencari pangeranpun dimulai. Dari semua kalangan datang untuk mengikuti audisi ini. Disana terdapat Raja, Ratu dan Putri kerajaan yang menjadi jurinya. Saudagar kaya yang membawa sekarung perhiasan. Raja mesir yang membawa tumpukan koin emas. Pangeran India dengan berliannya, Bajak laut dll. Tapi itu semua tak dapat menggetarkan hati sang Putri. Datang pria misterius berjubah coklat. Dengan membawa sesuatu yang ditutupi kain hitam di atas nampan, langkah demi langkah, setiap hembusan nafasnya membuat dayang-dayang disekitarnya melting. Didepan Putri, pria misterius itu membuka tudung kepalanya dan tersenyum kepada putri. Giginya yang bersinar membuat putri takjub. Pria Misterius itu menyapanya “hai”. Hembusan nafasnya sampai ke Putri kerajaan, membuatnya Melting dan membuat dayang-dayang pingsan. Pria misterius itu membuka hadiah yang ia bawa dari nampan, ternyata sebuah pasta gigi CLOSE UP. Tanpa ragu putri kerajaan memilih pria misterius itu untuk menjadi pangerannya.

Jumat, 31 Agustus 2012

gadis mawar merah

Aku benci ayahku. Dia sudah myakitiku dan ibuku. Dia meninggalkanku disaat umurku sudah 9 tahun. Dia lebih memilih wanita lain dibanding wanita yang pernah ia cintai. Menurutnya dia akan lebih mendapatkan kebahagiaan harta dan kepuasan seks ketika bersama wanita jalang itu.ku panggil dia Gloria. Kami memang miskin, tapi kami bertiga selalu merasa kecukpan dan bahagia , sampai pelacur itu dating dan menghancurkan semuanya. Burung itu berkicau dengan suara nyaring, dan memberi tahuku bahwa sekarang sudah jam 7 pagi. Berat rasanya membuka mata. aku sudah berumur 22tahun sekarang. Tahun demi tahun kehidupan kami membaik. Kopi hangat ini melengkapi pagi yang dingin ini sambil berjalan berangkat kerja. Ruteku adalah melewati taman kota, ditengah jalan aku melihat lagi gadis kecil memakai gaun merah dengan sebatang tangkai mawar ditangannya. Rambut panjangnya terhempas angin seperti rumput yang sedang menari. Tak heran dia berjalan seperti melayang, menari balet. Dengan senyumnya yang tipis secara spontan senyumku membalas. Dia melewatiku yang selalu ditemani hembusan angin. Entah kenapa ada sesuatu yang berbeda yang dimana aku selalu memperhatikannya. Ini kedua kalinya. Apakah ini akan terjadi lagi dengan hal yang kemarin. Disaat aku pulang kerja dan kembali melewati taman kota. Aku kembali melihat gadis kecil gaun merah itu. Dengan sedikit perbedaan. Tidak membawa setangkai mawar. Kakinya kotor dengan tanah merah bersama sandal jepitnya yang berwarna merah. Dan dia tidak menari lagi, tidak seperti melayang. Tapi gadis itu tetap tersenyum. Ini kedua kalinya. Aku memutuskan akan mengikuti gadis itu kemana ia pergi, setelah apa yang aku lihat kemarin. Ku buntuti gadis itu dari belakang sampai tiba di suatu makam. Aku melihat dari balik pohon. Gadis itu berdiri tegak didepan makam yang penuh dengan mawar. Gadis itupun menaruh mawar yang ia bawa dimakam tersebut. Aku menghampirinya, dengan sepatuku yang kotor karena tanah merah ini yang dicapur dengan air akibat hujan. Aku bertanya “apa yang sedang kamu lakukan disini gadis kecil?”. “kasihan” gadis kecil itu sambil tersenyum, “kasihan dia ayahku, tak seorangpun memperhatikanya” tiba-tiba airmata pun keluar membasahi pipinya yang merah. “memang ibumu kemana?” tanyaku kembali. “ibuku sudah senang bersama laki-laki lain.”. “siapa namamu ?” tanyaku dengan senyum. Aku pun merapihkan makam, batu nisan yang tertutup oleh tumpukan mawar. Setelah aku melihat nama itu. Aku tersentak kaget dan tak percaya. Dan tiba-tiba gadis itu menjawab. “namaku Gloria Anabella”. Takbisa berkata apa-apa, akupun menangis. “kau adalah ayah dan adiku”. 31 august

Selasa, 28 Agustus 2012

CATATAN

berusaha untuk ku gores apakah tintanya menempel ?? ya.. hampir terhapus garis hitam itu masih ada coretan itu menggangguku itu tak bisa ku hapus tak perlu ku hapus paragraf pertama sampai terakhir ku "tebalkan" jangan lupa membuat kesimpulan 12 dec 2011

Selasa, 02 Agustus 2011

ARTIS JALANAN

Aku melamun. Pada umur sepuluh tahun, aku sudah banyak dikenal orang, mendapatkan uang. Karena aku suka bergoyang. itu saran dari ibuku, mungkin karena aku perempuan. Jika tidak mau, aku harus tidur hanya menggunakan selimut tanpa alas. Tetapi disitu aku bisa berpikir tentang apa saja, tanpa rasa takut melampiaskan rasa kesalku yang akan sampai ke gendang telinga ibuku.
Cuaca hari ini dapat membuat kulitku mengeluarkan air yang selalu kuusap ketika keluar dari dahiku. Aku sedang menunggu panggungku datang.dan sedang mempersiapkan senjataku untuk konser.Alat yang dapat membuat suaraku terdengar lebih merdu saatku melantunkan nada, selalu ku pegang erat-erat dikepalanku. dan kugendong kotak hitam seperti bayi, agar semua pendengar dapat mendengar desahanku. sudah kesekian kalinya aku mengusap air yang didahi, aku menunggu panggungku datang. bersama orang-orang yang berdasi dan berkaos, dan orang yang berbisnis dari berbagai macam suku, kulit, kelamin, berkumpul dengan keperluannya masing-masing.
Aku melihat panggungku dari titik sampai sudah mendekat. Aku segera merapatkan barisan bersama calon penonton-penontonku. dengan menggunakan costum yang agak mencolok, aku menaiki panggungku diikuti banyak jejak kaki yang menempel. Panggung besi ini panjang bagaikan roler coster, ada delapan panggung dalam satu roler coster ini yang akan kubuat menjadi konserku. dan aku harus mencari sepeser logam dan kertas dai satu panggung ke panggung selanjutnya untuk hidupku.
Beberapa orang melihatku, entah apa artinya itu, apa mereka mengetahuiku atau ada konsep tertentu dengan pemikiran yang aneh, melihatku seperti ini. tapi memang ini tugasku, membuat banyak mata ke arahku agar dapat logam dan kertas kehidupan. Aku menekan tombol kotak seperti bayi yang ku gendong, menandakan acaranya dimulai. banyak mata yang kudapatkan setelah kotak bayi ini berdengung. aku tak memperdulikan arti dari pandangan itu.

Jumat, 10 Juni 2011

mata"mata

Lihatlah maka kau akan tau....
kenapa setiap kali kumelihat,tak bisa?
seperti magnet kutub utara dan selatan
tapi selalu ku coba..

sudah ku coba,, tangan ku gemetar,,
mataku basah,, berusaha ditatar

mulut membisu rapat
menempel setiap sendi-sendi bagian bibir ku
tubuh menempel semen padat
di setiap pori-pori kulit Ku

matamu...
memandang tajam halus
kedipan penuh arti bebas
pandangan melengkapi, membias

matamu...
aura halus membias tajam

Senin, 06 Juni 2011

KAPUR

papan itu hitam, apa itu kamu?
mengapa bersembunyi dibalik papan itu
semua terasa gelap, mengerucut baku
kau simpan dimana kapur putih itu

kapur ini putih. ini saya
mengapa kau tidak membiarkan ku menggoresMu
biar semua tampak jelas, cahaya baru
biarkan aku menggoresnya

papan itu putih. apa itu kamu?

8 feb 2011

CHYBEL

paras membiaskan cahaya
sesuatu seperti magnet
senyumMu membuatku lupa
seperti aku terkaget-kaget

arah wajahMu memmanndang
menembus raga terkadang
aku kira malaikat,Chyta
aku tak berkata-kata

ternyata Chyta bella

Rabu, 01 Juni 2011

FIKIR




otakKU berfikir,,,
apa yang harus kulakukan ketika kita harus berfikir
sesuatu saat kita sampai menggapai angkasa
...sesuatu yang berharga akan diri dan yang
di dalamnya

otakKU berfikir
tapi tak hanya berfikir
lakukanlah dengan berfikir
ketika kamu siap untuk berfikir

do the best

1.6.11 (GN)

Sabtu, 13 November 2010

PUISI TERAKHIR




            Ku Tulis puisi tentang alam, kehidupan, dan segala aspek kehidupan atau mengenai hidup. Ini hari pertama ku masuk kuliah setelah aku pindah dari Jakarta ke Bandung. Orangtua ku yang  mengusulkan pindah dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Bagiku tak masalah, suasana baru, teman baru, kuliah baru. Bukankah itu suatu hal yang menarik. Biarpun aku harus meninggalkan teman-teman terbaikku di Jakarta.
            Aku masuk fakultas jurnalistik di Universitas Bandung. Rasa ingin tahuku yang besar terhadap kehidupan dan peristiwa, mendorongku masuk fakultas ini. Aku berlari tak menmghiraukan ada orang didepanku. Aku tak  mau terlambat dihari pertama kuliah. Dengan nafas terengah-engah aku berhenti didepan pintu yang bertuliskan ruang ‘304’, ya itu kelasku. Aku terlambat. Aku pikir aku akan dapat peringatan, tapi aku langsung disuruh duduk. Ternyata dosen yang bernama Bu Susy itu juga terlambat, beberapa menit setelah aku datang. Di kelas, aku berkenalan dengan Daniel yang kebetulan duduk disampingku. Daniel adalah teman pertamaku, ada sekitar 40 manusia disini.
“kau beruntung Paris gak kena marah sama Bu Susy, soalnya, kerjaannya selain ngajar dan suka dandan, Bu Susy itu suka marah-marah”. Kata Daniel.
“Mungkin dia tau aku anak baru disini, dan mungkin karena dia sama terlambat seperti ku”
“yups.. sepertinya Bu Susy terlambat karena kebanyakan dandan deh, makannya mukanya kaya badut… heheheh”. Kata Daniel sambil tertawa pelan. Menurutku Daniel terlalu banyak bicara atau bisa dibilang bawel, tapi dia cukup menyenangkan sebagai teman pertamaku. Selain Daniel aku menambah teman, yaitu Miko dan Josh. Ya, mereka teman-teman Daniel yang sering berkumpul, dan aku adalah anggota baru di tim mereka.
     Tak terasa materi yang disampaikan Bu Susy mengenai riset khalayak sudah selesai. Aku bersama Daniel, Josh dan Miko pergi menuju kantin. Sebenarnya perutku sudah kenyang, tapi sekalian membahas tugas yang diberikan Bu susy dan mengenal lebih jauh tempat yang asing ini.
     Kantin disini lumayan bagus dan bersih, kebetulan aku dan teman-teman mengambil tempat disamping taman yang terdapat kolam ikannya. Yups, terlihat muka Josh yang kelaparan.
“mas menunya dong.. “. Kata josh kepada pelayan. Pelayanpun memberikan menunya. “ baik kalian mesan apa?”. Tanya Josh kepada kita semua. Sambil berfikir Daniel memesan Ayam Bakar.
“aku steak sapi ya”. Pesanan miko setelah melihat menu berkali-kali.
Untuk menghargai teman-teman, aku juga memesan makanan faforitku nasi goreng. Josh selesai menulis pesanan kita semua yang dibaris awal, yang dipesan oleh Josh, dan langsung memberikan kepada pelayan. Dengan salam dari Josh. “gak pake lama ya”.
     Sambil menunggu pesanan. Kami membahas tugas yang diberikan oleh Bu Susy. Makanan datang, biarpun aku sudah agak kenyang, tapi perlahan aku dapat menghabiskannya. Ya, ternyata aku lapar juga.
      Semua urusanku sudah selesai disini bersama teman-teman. Kamipun meninggalkan kantin , berjalan melewati taman yang dihiasi oleh bunga mawar dengan kupu-kupu terbang disekelilingnya.
“baik abis ini kita mau kemana?”. Tanya Daniel.
Josh sambil berfikir, “ hmm…. Bagaimana kalau kita nonton??”
Miko pun berkata.“ah.. kamu si enak, ada pacar kamu, jadi enak, bisa gelap-gelapan bareng… ha… ha…. ha…. “
“ah sial, emangnya mau ngapain “
“yauda kemana aja bole….  Terus bagaimana dengan kamu Paris, ikut bersama kita?” Tanya Daniel.
“ kayanya aku gak bisa… ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan” sela ku. yah ada keperluan untuk hidupku.
Percakapan kami memakan waktu sampai didepan gerbang depan kampus. Disana terlihat pacar Josh sudah menunggu, dia bersama teman-temannya. Aku tau pas Josh mengasih tau bahwa pacarnya menunggu didepan kampus saat di kantin tadi.
     Akupun berkenalan  dengan pacar Josh yang bernama Lita. Tak heran kenapa Josh memilihnya, menurutku dia manis. Tapi entah kenapa pandanganku melihat temannya Lita, ada sesuatu yang tak kumengerti, entahlah aku selalu seperti ini. Daniel dan Miko pun tak sabar untuk berkenalan dengan temannya lita, seperti anak kecil yang berebut permen. Entah kenapa seperti ada magnet yang membuatku terus memandangnya. Aku berusaha mengendalikan diriku.
“Paris kamu tidak kenapa-kenapa?” Tanya Josh melihatku dengan aneh. “hmm… yups, gak kenapa-kenapa kok… “ seruku.
Lita pun memperkenalkan temannya kepadaku. Tanganku bergetar saat menjabat tangannya, yah aku terlihat seperti orang bodoh. Tapi dari situ aku tau namanya, Mikela adalah namanya. Daniel kembali mengajakku untuk ikut bergabung ke tempat yang belum ada tujuannya. Tapi aku tidak bisa. Aku pun berpisah dengan mereka.
     Aku harus kedokter. Ada suatu urusan tentang hidup. Sesuatu yang sulit ku terima, tapi harus kuterima. Karena ini hidup, aku harus menerima kenyataan. Kenyataan yang berat ku hadapi. Tapi aku selalu mengelus dadaku untuk mengobatinya.
 “Ku melihat kupu-kupu di taman
Terbang perlahan mengebaskan sayapnya
Aku bagaikan kumbang, terpaku di batang
Putik yang beterbangan tertiup angin
Membuatku terbang melayang
Kupu-kupu ini bagaikan titik dipadang pasir
Apa ini fatamorgana”

            Puisi ini kutulis setelah aku bertemu Mikela. Sampai pulang dari Dokter aku selalu memikirkannya. Puisi ini kutulis mengiringi tidurku. Entah kenapa ku memikirkannya. Sudah lama aku tak merasakan seperti ini, setelah hatiku merasa hilang untuk selamanya, dia sudah pergi untuk dikenang khayangan. Akupun tertidur lelap.
            Hari ini adalah hari libur. Aku ingin mencari buku disekitar Dago. Ku melihat banyak toko buku emperan disekitar sini. Bagiku toko buku emperan lebih berkualitas dari toko buku berlabel. Selain harganya murah, aku dapat mencari apapun disini.

To be continue

     


    

Selasa, 09 November 2010

Mr. Obama


when you say, "It's time to change!"
You held up your index finger.
when you say, "human rights are universal!"
you show.
I'm the president.

children you learn simplicity.
part of. red blood, white bones.
Unity in Diversity.

This country, this is our country.
peace is our country.
family is our country.


10 November

Jumat, 29 Oktober 2010

KUPU-KUPU



ku melihat kupu-kupu di taman
terbang perlahan mengebaskan sayapnya
aku bagaikan kumbang, terpaku
putik yang beterbangan tertiup angin
membuatku, terbang melayang
taman ini bagaikan titik di padang pasir
apa ini fatamorgana

29 oktober

Rabu, 27 Oktober 2010

LETUSAN BENCANA


apakah kita pernah merasa berdosa
atas segala tangisan dan teriakan asa
meratap terbujur kaku dalam sujud
ku memohon ampun atas kuasa mu

ketika langit dan bumi berbicara
kita terdiam tak bersua
bayi menangis, ayah menangis, ibu menangis.....
kakak menangis, adik menangis, kita pun menangis
air mata ini. air mata kehilangan

bencana datang
apakah kita pernah merasa berdosa
ketika langit dan bumi berbicara
air mata ini, air mataKU

26 oktober

*turut berduka untuk korban musibah bencana alam merapi dan mentawai, semoga mereka diterima di sisi ALLAH S.W.T

Selasa, 21 September 2010

HUJAN

Kau siram Aku
Rasa haus akan kekeringan
Kekeringan akan kasih sayang
Khalifah yang lupa membelai

Kau siram Aku
Rasa amarah dalam tubuh
Kepada jari-jari yang terbakar
Manusia yang lupa,melupakan

Kau siram Aku
Rasa kesal dalam benak
Air dalam gelas yang meluber
deras ombak
Orang-orang yang menjerit tangis.

21.09.2010

Senin, 13 September 2010

03 juni


adakah yang memberitahuku apa yang terjadi di hari esok !?
aku tertawa tanpa dosa !
adakah yang menasihatiku apa yang harus kulakukan di hari esok !?
...aku tersenyum sinis !

apakah ini sebuah jawaban
parak terjadi menyakitkan
menyadarkanku akan kematian
kado dalam penyesalan

(G/N)

17 juli 2010

pelacur dalam toples

setitik air sudah menjadi daging
terdengar bahana tawa sang malaikat
ku tersenyum dalam dusta air mata
...aku memang pelacur jalang

pasrah dalam genggaman
ku lukis penuh warna dalam kertas
tentang syair untuk ibu
aku memang pendosa

(G/N)

25 JULI 2010